Information about life,,

bagi bagi ilmu sama aku di sini..

Selasa, 13 Desember 2011

CERPEN KU ~ GAUN BIRU WARISAN


Hari ini Vira senang sekali karna pekan ini Vira akan ulang tahun. Sudah lama Vira menantikan hari itu. Rasanya sudah tidak sabar hari ulang tahunya tiba, Vira membolak balikan tubuhnya di kasur karna Vira membayangkan akan mendapat hadiah hadiah dari Nenek dan Teman- temanya.
“Kamu sedang apa Ra?”Tanya Nenek seketika yang membuat Vira tersentak kaget.
“nenek?nenek mengkagetkan ku saja!”jawab Vira.
“maaf ra,nenek hanya bingung apa yang sedang kamu lakukan?”ulang Nenek.
“aku sedang membayangkan betapa bahagianya aku saat ulang tahun ku, hadiah dari nenek,Tara, siska,dan rio. Apakah nenek akan memberi ku hadiah?”Tanya Vira pada nenek.
“apa yang kamu inginkan?”
“aku ingin memakai gaun ter-indah dan model terbaru saat ulang tahun ku nek! Aku akan terlihat cantik memakai gaun itu. Bukankah begitu nek ?”jawab Vira senang,ia berharap nenek akan memberi Gaun seperti yang di inginkanya.
“ia kamu akan terlihat sangat cantik menggunakanya Vira.” Kata nenek yang seketika diam. “Nenek akan memberikan gaun itu untuk mu,”jawab Nenek lagi.
“ terima kasih nek !” Sahut Vira senang.
Setelah perbincanganya dengan Nenek, Vira menemui Tara, Siska di taman, memang taman adalah tempat mereka biasa bermain. Biasanya ada Rio di sini, tapi entah mengapa hari ini Rio belum menampakan diri.entah lah mungkin sedang ada keperluan di rumahnya.
“Hai Ra,sis!”sapa Vira pada Tara dan Siska.
“hai Vir !! “ sahut Tara dan Siska bersamaan.
“apakah kalian tahu,aku akan diberi hadiah neneku sebuah gaun terindah yang mungkin kalian belum punya !” pamer Vira.
“bagaimana kamu tau Vir kalau hadiah nenekmu itu sangat bagus?”Tanya Siska.
“bagaimana aku tahu? Aku sudah dapat membayangkan bagaimana tampak gaun itu sis,neneku sangat baik padaku,dan  pasti gaun itu bagus.sudah lah aku tau kamu punya gaun yang bagus bagus tapi kamu harus siap menerima kenyataan bahwa nanti gaun mu akan ku kalahkan di hari ulang tahunku!” jawab Vira dengan sedikit meremehkan.
“betapa sombongnya kamu Vir  !” sahut Tara. Terlihat wajah tara sedikit marah,terang saja dari nada Vira bicara saja sudah terdengar dia menyombongkan dirinya.
“sudahlah aku mau pulang,barang kali neneku mau mengajaku membeli gaun itu.”jawab singkat Vira dan pergi meninggalkan Tara dan Siska.
“sudahlah sis,memang sifatnya !”kata Tara.
“ia” singkat Siska.

“ Nenek !!” teriak Vira setelah sampai rumah.
“apa ra?”jawab Nenek.
“bagaimana kalau kita pergi belanja gaun buat ku nek !” ajak Vira.
“nenek tidak punya uang ra.” Singkat Nenek pada Vira.
“ huh ! bagaimana ini nenek, nenek bilang nenek mau membelikan ku sebuah gaun?” kata Vira memastikan.
“ nenek tidak pernah bilang bahwa nenek ingin membelikan mu sebuah gaun, akan tetapi nenek akan memberi mu sebuah gaun. ayo ikut nenek kekamar!” ajak nenek.
“apa yang sedang nenek cari di lemari ini?” Tanya Vira pada nenek yang sedang mencari sesuatu di lemarinya.
“lihat ini dan bawalah.”kata nenek sambil memberi gaun biru yang terlihat sudah lama dan modelnya sudah ketingalan zaman.
“ apakah ini yang nenek mangsud? aku harus memakai gaun ini saat ulang tahunku nanti?”sahut Vira dengan nada bicara kaget.
“ia” jawab nenek.
“kamu harus memakai pakaian ini ra, ini adalah gaun.. “
“NENEK JAHAT PADAKU !!” sentak Vira lalu pergi menjauh dari kamar.
“bagaimana aku harus bilang pada temanku kalau gaun yang ku kenakan begitu jelek,sangat jelek ! betapa malunya aku kalau mereka menertawakan ku?apa yang aku harus lakukan?”kata Vira pada dirinya sendiri. Saat ini ia sangat sedih bercampur dengan kesal,kenapa harus gaun jelek yang ia pakai. Di taman ini ia duduk di ayunan sambil menangis.entah mengapa ia sedang ingin sendiri, ia takut kalau ia bertemu temanya, bisa bisa ia di tertawakan. Pikir Vira.
“nenek sudah mencari mu kemana mana ra.”kata nenek yang terlihat lesu dan cemas.
“nenek? Buat apa nenek kesini? apa nenek masih memperdulikan ku?”jawab Vira kecewa.
“nenek sangat menyayangi mu ra,akan tetapi ada sesuatu yang mengharuskan mu memakai gaun itu.”jelas Nenek.
“apa? Mengapa?”jawab Vira singkat.
“dulu,jauh sebelum kamu lahir Ibu mu pernah memakai gaun itu saat pernikahanya dengan Ayah mu, apa kamu tahu? Betapa cantiknya Ibu mu memakai baju itu,lalu saat Ibumu baru saja melahirkan mu, ia berpesan agar memberikan gaun biru itu padamu ia berharap dapat melihat kamu memakai gaun itu kamu pasti cantik memakai gaun yang Ibumu beri untuk mu. Tapi Ibumu malah terlebih dahulu meninggalkan mu.”jawab Nenek sejenak sambil menghapus air matanya, “tapi sudahlah nenek mau pulang nenek mau mencari bagaimana caranya nenek mendapatkan uang untuk membeli gaun yang kamu mau. Kamu hati hati ya.”kata nenek lalu pergi.
Hari ini tepat ulang tahun Vira,semua temanya datang Tara,Siska dan Rio datang membawa hadiah untuk Vira. Tara terlihat cantik memakai kaos dan celana jins lalu rio terlihat tampan memakai kemeja kotak kotak dan celana jins sedangkan Siska memakai gaun putih yang sangat cantik.tapi Vira sejak tadi belum juga datang ia masih saja dikamar.
aku bingung harus berbuat apa, batin Vira di dalam kamar.
“Vira ! apa nenek boleh masuk?”Tanya nenek seketika di balik pintu kamar Vira.
“Ia nek, masuk saja.”singkat Vira.
“hmmm.. maafkan nenek ya ra nenek belum bisa memberi mu sebuah gaun yang kamu inginkan..”
“sudahlah nek, aku senang bisa memakai gaun pemberian Ibu,bukankah ibu menginginkan ku memakai gaun ini?”potong Vira.
“kamu adalah gadis yang baik vira.” Puji Nenek sambil tersenyum.
“terima kasih nenek.”singkat Vira.
“ia. Sudahlah temanmu sudah menunggumu sedari tadi,temuilah mereka kasihan mereka sudah menunggu lama. Iya?”
“ia”
Lalu…
“VIRA !!” teriak Rio,Siska,Tara bersamaan setelah Vira keluar dari kamarnya.
“tunggu,inikah gaun yang kamu katakana waktu di taman.?” Tanya Siska heran.
“maafkan aku aku sudah sombong dengan kalian Tara, siska. Aku menyesal telah menyakitkan hati kalian, dan aku menyadari bahwa hanya gaun kamu siska yang tebaik.” Kata Vira lesu.
“tidak vir,ku rasa gaun mu lah yang bagus. Kalian Lihat lah lah gaun yang dikenakan Vira itu bagus kan? Huh betapa aku inginya mempunyai gaun seperti mu vira.”jawab ramah Siska.
“apakah kalian hanya memuji  ku agar aku tidak beredih?”
“sudah lah lupakan, dan lihat kami membawa hadiah untuk sahabatku yang hebat.”sahut Tara pada Vira.
“nih, semoga kamu suka.” Kata Rio.
Lalu Vira membuka satu persatu kado dari temanya itu.
Rio memberi Vira sebuah jam dinding.
Sedangkan Tara memberi sebuah gelas yang ia lukis sendiri.
Dan Siska memberi sebuah sepatu yang cocok untuk gaun biru yang di pakai Vira.
“terima kasih, dan maafkan aku sudah terlalu sombong pada kalian. Aku janji aku akan memperbaiki sifatku. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman